Connect with us

Ragam

Empat Rumah Terbakar di Liang Warnai Aksi Bentrok Saudara

Published

on

AMBON,HM-Bentrok antara sesama warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku
Tengah (Pulau Ambon) kembali pecah. Empat unit rumah warga tercatat ludes
terbakar akibat saling serang tersebut, yang terjadi 4 Januari 2021.

Konflik antar sesama saudara ini pecah di antara perbatasan RT 08 dan RT 10.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam aksi premannisme itu.

Belum tau penyebab pasti dari aksi bentrok tersebut, Namun, saat ini, pihak dari
aparat kepolisian sudah mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan.

Dari informasi yang, bentrokan pecah sejak Minggu (3/1/2021) sekira pukul 23.30 WIT.

Aksi itu, berawal dari pelemparan rumah-rumah warga yang diduga dilakukan
sekelompok pemuda tak dikenal. Mereka diketahui menggunakan penutup wajah atau
karpus.

Pelemparan yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) ini mengakibatkan aksi
balasan, hingga terbakarnya rumah keluarga Asri Lessy.

Beberapa rumah warga ikut dirusak OTK.

Dari terbakarnya rumah Asri Lessy, warga
RT 08 kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil Tanki
air milik warga setempat.

Terkait kejadiaan itu, Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau
Lease Ipda Izaac Leatemia, yang dikonfirmasi via selulernya membenarkan
peristiwa tersebut.

“Rumah yang terbakar milik keluarga Kader Samual, Asri Lessy, Erik Lessy, dan
ibu Amina Soplestuny. Sementara rumah rusak berat milik keluarga Iksan Rehalat,”
kata Leatemia.

Menurutnya, sejak peristiwa itu terjadi, pukul 23.50 WIT personel Polsek
Salahutu dibantu BKO TNI AD dari Pos Waai, mendatangi Tempat Kejadian Perkara
(TKP).

“Kemudian perkuatan personil Polresta Ambon dan Sat Brimobda Maluku tiba
pukul 02.30 WIT untuk mengamankan TKP dan membubarkan kedua kelompok yang
dipimpin oleh pak Kapolresta Ambon,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Leatemia, juga berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Sebanyak
tiga unit mobil Damkar untuk memadamkan rumah yang sudah dalam kondisi terbakar
habis.

“Kami melakukan himbauan kepada kedua kelompok untuk menahan diri dan
menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan dalam mengendalikan situasi,”
sebutnya.

Saat ini, lanjut Leatemia, pihaknya sementara mengamankan dua orang pemuda untuk
dimintai keterangan di Markas Polsek Salahutu, Desa Tulehu. Mereka yang
diamankan untuk dilakukan pendalaman kasus yakni AR (33) dan MS (14).

Pihaknya, tambah Leatemia, juga telah melakukan pengamanan dan penyekatan pada
wilayah perbatasan di kawasan RT 08. Juga akan menempatkan Pos Pengamanan pada
lokasi RT 07 dan RT 10.

“Saat ini sementara komunikasi untuk dilakukan pertemuan
di Balai Desa dengan menghadirkan tokoh agama, pemuda, adat, masyarakat, Saniri
Negeri,  dan para Ketua RT. Untuk para pelaku masih dalam penyelidikan,”
tandasnya. (NAL).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement