Connect with us

Politik

Kalah Pilkada, Wakil Bupati Fachari Alkatiri Tinggalkan SBT Sebelum Masa Akhir Jabatan

Published

on

BULA,HM-Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Fachri Husni Alkatiri tak pernah masuk kantor sejak kalah dalam pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020 lalu. Menurut keterangan seorang staf pegawai di ruang wakil bupati yang tak mau disebut namanya, hingga saat ini bosnya itu tak pernah masuk kantor.

“Saya tidak tahu alasannya. Beliau tak pernah ada,” kata pegawai itu, Kamis 11/2/2021).

Padahal, masa jabatan Fachri Alkatiri akan berakhir tanggal 17 Februari 2021 nanti, namun ia sudah tidak ada di Bula ibu Kota Kabupaten SBT lagi.

Praktis selama dua bulan, terhitung sejak 5 Desember 2020 masa akhir cuti kampanye, Fachri Alkatiri yang juga Calon Bupati SBT ini membolos tidak masuk kantor hingga sekarang.

Pantauan media ini di kantor bupati maupun pandopo wakil bupati sudah tidak terlihat lagi Fachri Alkatiri beraktifitas seperti sedia kala. Pandopo wakil bupati kini terkunci dan tak terus lagi.  

Usai masa cuti kampanye bagi petahana terhitung mulai 26 September hingga 5 Desember 2020 Fachri Alkatiri tidak lagi menempati rumah dinas wakil ketua DPRD SBT yang di pakai sebagai pandopo wakil bupati selama satu periode itu.

Salah satu rumah dinas Wakil Ketua DPRD SBT yang ditempati oleh Fachri Alkatiri sebagai pandopo Wakil Bupati SBT selama masa jabatannya sudah di gembok. ( foto: kamis 11/2/2021)

Pintu pagar pandopo wakil bupati sudah digembok, semua barang pribadi milik wakil bupati sudah diangkut keluar pandopo oleh kerabat dan anggota sat Pol PP saat masa cuti kampanye maupun saat KPU SBT menetapkan sebagai pemenang Pilkada SBT oleh pasangan Abdul Mukti Keliobas-Idris Rumalutur (ADIL).

Kepergian Wakil Bupati Fahri Alkatir meninggalkan Bumi Ita Wotu Nusa tanpa pamit itu juga di akui salah satu kerabat dekatnya. Ia mengatakan kemungkinan pa wakil bupati tidak kembali lagi di SBT hingga masa akhir jabatan selesai karena semua barang pribadi sudah tidak ada lagi di pandopo maupun rumah yang di kontra semasa cuti kampanye.

“Pa Fachri Alkatiri kelihatannya kecewa dan kemungkinan tidak kembali lagi di SBT hingga masa akhir jabatannya, enta beliau ikut proses pelantikan atau tidak saya juga tidak tau”. Kata orang dekat fachri yang namanya tidak mau disebut.

Ulah Fahri Alkatiri ini disesalkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten SBT, Somat Rumakabis. Wakil Ketua Komisi C yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Infrastuktur ini menganggap Fahri Alkatiri tak bertanggungjawab dengan amanah rakyat. Seharusnya, kata dia, meski kalah dalam Pilkada, dia tetap aktif masuk kantor dan berada di SBT hingga jabatanya berakhir. “Dia kan juga digaji,” terang Rumakabis.

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD SBT itu dalam pengamatanya, Fachri Alkatiri memang setiap hari membolos usai pesta demokrasi yang di gelar 9 Desember lalu. Beberapa rapat penting, sidang paripurna, dan agenda lain tak pernah dihadirinya. Sayangnya, meski DPRD menyorot kelakuan wakil bupati ini, tetapi DPRD tak bisa berbuat banyak. Alasannya, masa berakhirnya jabatan Fachri Alkatir juga tinggal menghitung hari.

“tapi setidaknya Fahri Alkatiri yang sudah diberikan amanah oleh rakyat dipemerintahan, beliau harus menyelesaikan tugas dan tanggungjawab sebagai Wakil Bupati hingga masa periode, bukan kalah pada pilkada kemudian tinggalkan warga SBT tanpa kabar dan berita enta kemana”, kesal Rumakabis.

Sementara itu, Ketua KNPI SBT, Rusdi Rumata juga menyesal kepergian wakil Bupat tanpa pamit tersebut, “ini masih dipemerintahan Mufakat (Mukti Keliobas-Fachri Alkatiri) meskipun hanya beberapa hari lagi akhir masa jabatannya, tapi rakyat masih menaru harapan dan amanah di pundak beliau untuk bisa menjaga amah hingga masa akhir jabatan dengan baik dan bertanggungjawab”, Kesal Rusdi.

Rusdi Rumata juga menambahkan, Fachri Alkatri seharusnya fair dengan kekalahannya.  Pilkada sudah selesai dan beliau harus kembali bertugas kembali seperti biasa bukan pergi tinggalkan SBT tanpa pamit. “ masih ada harapan dan kepercayaan masyarakat SBT di pundaknya meskipun tersisa 7 hari akhir masa jabatan”,  tambah Rumata.

Sebelum berita ini ditayangkan, Wakil Bupati Fachri Alkatiri dihubungi nomor Handphonnya berlulang ulang namun berada di luar jangkauan.

Pada 9 Desember 2020 lalu, pasangan incumbent Wakil Bupati Fachri Husni Alkatiri-Arobi Kelian kembali maju mencalonkan diri dalam Pilkada SBT. Sayangnya, mereka kalah dari pesaingnya, Abdul Mukti Keliobas-Idris Rumalutur. Fachri Alkatir-Arobi Kelian yang diusung koalisi parpol besar (PDIP, PKS, Gerindra, Demokrat, Hanura, PPP dan PKB), justru kalah telak dengan Abdul Mukti Keliobas-Idris Rumalutur yang diusung koalisi parpol kecil (Golkar, KPPI, PAN, dan Nasdem). (RUS)

Advertisement